Senin, 19 November 2012

Osmosis


PRATIKUM II
A.    JUDUL    :
Osmosis
B.     TUJUAN :
Membandingkan tinggi naiknya permukaan larutan NaCl pada osmometer dengan kosentrasi yang berbeda

C.      DASAR TEORI
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Osmosis merupakan difusi air melintasi membran semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang lebih sedikit. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau potensial air, yang menggambarkankemampuan molekul air untuk dapat melakukan difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada volume yang sedikit, di bawahkondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menujudaerah yang berpotensial kimia lebih kecil Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organismemultiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran memungkinkanmolekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga bila timbul tekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan dalam menegakkan tumbuhan yang tidak berkayu.Prinsip osmosis : transfer molekul solvent dari lokasi hypotonic (potensirendah) solution menuju hypertonic solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.
D.    ALAT DAN BAHAN
1.      Alat : Osmometer, penjepit, batang statip, gelas piala dan pipet tetes.
2.      Bahan : Usus hewan segar ( ayam tau kambing ), larutan gula atau larutan NaCl dengan kosentrasi 0,125 M,025 M, dan 0,5 M, aquades, karet gelang, dan vaselin.
E.      PROSEDUR KERJA
1.      Menyiapkan semua alat
2.      Menutup semua tabung osmometer denga usus hewan segar dan ikat dengan karet gelang, dan lapisi dengan vaselin, astikan sambungan tersebut sampai benar-benar rapat, jangan sampai terjadi kebocoran.
3.      Mengisi masing-masing osmometer dengan larutan gula atau larutan NaCl dengan kosentrsi yang berbeda yaitu 0,125 M, 0,25 M dan 0,5 M kemudian masukan kedalam gelas piala.
4.      Mengisi masing-masing dengan aquades kira-kira setengahnya sehingga permukaan air menutupi lehernya osmometer ( bagian yang besar )
5.      Mengamati percobaan tadi setiap 5 menit, sampai kedua larutan benar-benar isotonis, ukur setiap perubahan yang terjadi.

F.      HASIL PENGAMATN
a.       Gambar hasi pengamatan
 






Gambar aquades                                       Gambar larutan NaCl
 







     Gambar sebelum terjadi osmosis           Gambar sesudah terjadi osmosis





b.      Tabel hasil pengamatan
1.      Larutan NaCl
Larutan NaCl
Sebelum osmosis
Sesudah osmosis
0,125 M
40 ml
42 ml
0,25 M
40 ml
40 ml
0,5 M
40 ml
42 ml

2.      Aqudes
Sebelum osmosis
Sesudah osmosis
40 ml
38 ml
40 ml
40 ml
40 ml
38 ml

G.    PEMBAHASAN
Osmosis pada hakekatnya adalah suatu proses difusi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel secara differensial dari suatu tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Tekanan yang terjadi karena difusi molekul air disebut tekanan osmosis. Makin besar terjadinya osmosis maka makin besar pula tekanan osmosisnya. Proses osmosis akan berhenti jika kecepatan desakan keluar air seimbang dengan masuknya air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi.
Komponen potensial air pada tumbuhan terdiri atas potensial osmosis (solut) dan potensial turgor (tekanan). Dengan adanya potensial osmosis cairan sel, air murni cenderung memasuki sel. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel mengakibatkan air meninggalkan sel. Pengaturan potensial osmosis dapat dilakukan jika potensial turgornya sama dengan nol yang terjadi saat sel mengalami plasmolisis. Nilai potensial osmotik dalam tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : tekanan, suhu, adanya partikel-partikel bahan terlarut yang larut di dalamnya, matrik sel, larutan dalam vakuola dan tekanan hidrostatik dalam isi sel. Nilai potensial osmotik akan meningkat jika tekanan yang diberikan juga semakin besar. Suhu berpengaruh terhadap potensial osmotik yaitu semakin tinggi suhunya maka nilai potensial osmotiknya semakin turun (semakin negatif) dan konsentrasi partikel-partikel terlarut semakin tinggi maka nilai potensial osmotiknya semakin rendah.
Menurut Tjitrosomo (1987), jika sel dimasukan ke dalam larutan gula, maka arah gerak air neto ditentukan oleh perbedaan nilai potensial air larutan dengan nilainya didalam sel. Jika potensial larutan lebih tinggi, air akan bergerak dari luar ke dalam sel, bila potensial larutan lebih rendah maka yang terjadi sebaliknya, artinya sel akan kehilangan air. Itulah sebabnya pada pratikum osmosis yang kami lakukan dengan menggunakan larutan NaCl dengan kosentrasi yang berbeda yaitu 0,125 M, 0,25 M dan 0,5 M selama 1 jam, dari hasil pengamatan yang kami lakukan proses omosis yang terjadi hanya pada larutan NaCl 0,125 M dan 0,5 M itu semua disebabkan karna  adanya perbedaan kosentrasi larutan  NaCl dengan aquades, sehingga aquades yang tadinya berada di bawah akan berosmosis ke larutan NaCl  0,125 M dan 0,5 M yang kosentrasinya dengan lebih rendah dibandingkan dengan kosentrasi aquades. Sedangkan pada larutan  NaCl yang berkosentrasi 0,25 proses osmosis tidak dapat terjadi, karena kosentrasi larutan NaCl 0,25 M sebanding atau seimbang dengan kosentrasi aquades atau pelarut yang berada dibawah itulah sebabnya  mengapa pada kosentrasi 0,25 M tidak terjadi proses osmosis.
H.    KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat di tarik kesimpulan bahwa osmosis merupakan proses perpindahan pelarut dari kosentrasi yang tinggi ke kosentrasi yang lebih rendah. Proses osmosis tidak akan terjadi apabila kosentrasi pelarutnya sama atau seimbang,
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Neil A, Reece, Jane B, G. Mitchell, Lawrence, Alih bahasa, Rahayu Lestari.1999. BIOLOGI. Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Penerbit Angkasa, Bandung.
Team Penyusun. 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi tumbuhan. Gorontalo: UNG



Tidak ada komentar:

Posting Komentar