PRATIKUM
II
A. JUDUL :
Osmosis
B. TUJUAN
:
Membandingkan
tinggi naiknya permukaan larutan NaCl pada osmometer dengan kosentrasi yang
berbeda
C. DASAR TEORI
Osmosis
adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang
lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat
ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien
tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat
dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan
konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer.
Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui
membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih
pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat
koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat
terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.
Osmosis merupakan difusi air melintasi membran
semipermeabel dari daerah dimana air lebih banyak ke daerah dengan air yang
lebih sedikit. Osmosis sangat ditentukan oleh potensial kimia air atau
potensial air, yang menggambarkankemampuan molekul air untuk dapat melakukan
difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada
volume yang sedikit, di bawahkondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit
jumlah, terutama per berat gram molekul (energi bebas mol-1) disebut potensial
kimia. Potensial kimia zat terlarut kurang lebih sebanding dengan konsentrasi
zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusi cenderung untuk bergerak dari
daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menujudaerah yang berpotensial kimia
lebih kecil Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya
larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh
organismemultiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa.
Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah
melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah
dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Proses Osmosis akan berhenti
jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai
keseimbangan.Struktur dinding sel dan membran sel berbeda. Membran
memungkinkanmolekul air melintas lebih cepat daripada unsur terlarut; dinding
sel primer biasanya sangat permeable terhadap keduanya. Memang membran sel
tumbuhan memungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang tegar
itulah yang menimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding, sehingga
bila timbul tekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang terjadi
saat sel darah merah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak berperan
dalam menegakkan tumbuhan yang tidak berkayu.Prinsip osmosis : transfer molekul
solvent dari lokasi hypotonic (potensirendah) solution menuju hypertonic
solution, melewati membran. Jika lokasi hypertonic solution kita beri tekanan
tertentu, osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed
osmosis).Besarnya tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut
sebagai osmotic press.
D. ALAT
DAN BAHAN
1. Alat
: Osmometer, penjepit, batang statip, gelas piala dan pipet tetes.
2. Bahan
: Usus hewan segar ( ayam tau kambing ), larutan gula atau larutan NaCl dengan
kosentrasi 0,125 M,025 M, dan 0,5 M, aquades, karet gelang, dan vaselin.
E. PROSEDUR KERJA
1. Menyiapkan
semua alat
2. Menutup
semua tabung osmometer denga usus hewan segar dan ikat dengan karet gelang, dan
lapisi dengan vaselin, astikan sambungan tersebut sampai benar-benar rapat,
jangan sampai terjadi kebocoran.
3. Mengisi
masing-masing osmometer dengan larutan gula atau larutan NaCl dengan kosentrsi
yang berbeda yaitu 0,125 M, 0,25 M dan 0,5 M kemudian masukan kedalam gelas
piala.
4. Mengisi
masing-masing dengan aquades kira-kira setengahnya sehingga permukaan air
menutupi lehernya osmometer ( bagian yang besar )
5. Mengamati
percobaan tadi setiap 5 menit, sampai kedua larutan benar-benar isotonis, ukur
setiap perubahan yang terjadi.
F. HASIL
PENGAMATN
a. Gambar
hasi pengamatan
Gambar aquades Gambar
larutan NaCl
Gambar sebelum terjadi osmosis Gambar sesudah terjadi osmosis
b. Tabel
hasil pengamatan
1.
Larutan NaCl
|
Larutan NaCl
|
Sebelum osmosis
|
Sesudah osmosis
|
|
0,125 M
|
40
ml
|
42
ml
|
|
0,25 M
|
40 ml
|
40 ml
|
|
0,5 M
|
40
ml
|
42
ml
|
2. Aqudes
|
Sebelum
osmosis
|
Sesudah
osmosis
|
|
40 ml
|
38 ml
|
|
40 ml
|
40
ml
|
|
40 ml
|
38 ml
|
G. PEMBAHASAN
Osmosis pada hakekatnya adalah suatu
proses difusi. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air
melalui selaput yang permeabel secara differensial dari suatu tempat
berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah. Tekanan yang terjadi karena difusi molekul
air disebut tekanan osmosis. Makin besar terjadinya osmosis maka makin besar
pula tekanan osmosisnya. Proses osmosis akan berhenti jika kecepatan desakan
keluar air seimbang dengan masuknya air yang disebabkan oleh perbedaan
konsentrasi.
Komponen
potensial air pada tumbuhan terdiri atas potensial osmosis (solut) dan
potensial turgor (tekanan). Dengan adanya potensial osmosis cairan sel, air
murni cenderung memasuki sel. Sebaliknya potensial turgor di dalam sel
mengakibatkan air meninggalkan sel. Pengaturan potensial osmosis dapat
dilakukan jika potensial turgornya sama dengan nol yang terjadi saat sel
mengalami plasmolisis. Nilai potensial osmotik dalam tumbuhan dipengaruhi oleh
beberapa faktor antara lain : tekanan, suhu, adanya partikel-partikel bahan
terlarut yang larut di dalamnya, matrik sel, larutan dalam vakuola dan tekanan
hidrostatik dalam isi sel. Nilai potensial osmotik akan meningkat jika tekanan
yang diberikan juga semakin besar. Suhu berpengaruh terhadap potensial osmotik yaitu semakin tinggi suhunya maka nilai potensial
osmotiknya semakin turun (semakin negatif) dan konsentrasi partikel-partikel
terlarut semakin tinggi maka nilai potensial osmotiknya semakin rendah.
Menurut Tjitrosomo (1987), jika sel dimasukan ke dalam larutan gula, maka
arah gerak air neto ditentukan oleh perbedaan nilai potensial air larutan
dengan nilainya didalam sel. Jika potensial larutan lebih tinggi, air akan
bergerak dari luar ke dalam sel, bila potensial larutan lebih rendah maka yang
terjadi sebaliknya, artinya sel akan kehilangan air. Itulah sebabnya pada pratikum
osmosis yang kami lakukan dengan menggunakan larutan NaCl dengan kosentrasi
yang berbeda yaitu 0,125 M, 0,25 M dan 0,5 M selama 1 jam, dari hasil
pengamatan yang kami lakukan proses omosis yang terjadi hanya pada larutan NaCl
0,125 M dan 0,5 M itu semua disebabkan karna
adanya perbedaan kosentrasi larutan
NaCl dengan aquades, sehingga aquades yang tadinya berada di bawah akan
berosmosis ke larutan NaCl 0,125 M dan
0,5 M yang kosentrasinya dengan lebih rendah dibandingkan dengan kosentrasi
aquades. Sedangkan pada larutan NaCl
yang berkosentrasi 0,25 proses osmosis tidak dapat terjadi, karena kosentrasi
larutan NaCl 0,25 M sebanding atau seimbang dengan kosentrasi aquades atau
pelarut yang berada dibawah itulah sebabnya
mengapa pada kosentrasi 0,25 M tidak terjadi proses osmosis.
H. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang dilakukan
dapat di tarik kesimpulan bahwa osmosis merupakan proses perpindahan pelarut
dari kosentrasi yang tinggi ke kosentrasi yang lebih rendah. Proses osmosis
tidak akan terjadi apabila kosentrasi pelarutnya sama atau seimbang,
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, Neil A, Reece, Jane B, G. Mitchell, Lawrence, Alih bahasa,
Rahayu Lestari.1999. BIOLOGI. Jilid 3. Jakarta: Erlangga
Tjitrosomo.1987. Botani Umum 2. Penerbit Angkasa, Bandung.
Team Penyusun. 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi tumbuhan. Gorontalo:
UNG



